Skip to content

Siaran televisi sekarang sudah kayak air di musim hujan—mengalir deras, tapi kualitasnya beda-beda. Pernah nggak rasain sebel karena sinyal TV kabel hilang pas lagi asik nonton pertandingan seru? Nah, di situ parabola TV satelit jadi dewa penyelamat. Mau tayangan olahraga seperti di http://mynex.co.id/nexnews/sport/sea-v-league-women’s-2025-semangat-baru-timnas-voli-putri-indonesia, atau drama Korea, semuanya bisa masuk ke ruang tamu tanpa drama buffering.

Berburu sinyal satelit itu ibarat cari jalan tikus di kota besar. Nggak selamanya mulus. Kita harus pasang antena besar di atap, kadang mesti lempar kode ke tetangga biar nggak protes soal penampilan rumah yang tambah “futuristik.” Satu parabola, bisa bawa ratusan channel, dari luar negeri sampai lokal. Pikiran langsung terbang ke pelosok desa, di mana sinyal operator suka ngambek. Parabola tetap berdiri kokoh, tetap setia. Siapa bilang cuma kota yang boleh punya tayangan kece?

Teknologi satelit memang bikin heran. Satu piringan, bisa menangkap siaran dari berbagai benua. Terkadang, orang tua di rumah geleng-geleng kepala, “Orang dulu nonton TV paling cuma tiga channel, sekarang kok bisa begitu banyak?” Anak muda langsung pamer fitur channel favorit, mulai tayangan anak-anak, musik sampai informasi harga ayam hidup terkini. Dunia hiburan berkembang lebih cepat dari pertumbuhan bulu ayam.

Ngomong-ngomong soal pemasangan, siapkan mental dan tenaga. Ada segelintir orang yang nekat pasang sendiri—hasilnya parabola malah miring, channel pada kabur. Untuk urusan instalasi, mending serahkan ke jasa yang sudah paham lika-likunya. Ada teknologi receiver juga, kecil-kecil cabe rawit, penentu kualitas gambar sejernih air terjun di pegunungan.

Menyoal biaya, parabola TV satelit itu sejenis investasi jangka panjang. Setelah beli alat dan bayar pasang satu kali, nggak perlu langganan bulanan mahal. Semua keluarga bisa tetap up-to-date, tanpa terbebani pengeluaran sulit diterima dompet. Bahkan pas listrik padam, beberapa parabola tetap bisa diakali pakai aki. Pantas saja masih banyak penggemarnya.

Perkara cuaca memang kadang bikin deg-degan. Hujan deras, biasalah ada sedikit drama sinyal. Tapi dibanding sinyal digital yang kadang gaib di tengah kampung, parabola tetap tak terkalahkan. Seolah jadi orkestra langit yang tetap menyuguhkan hiburan meski petir menggelegar.

Parabola TV satelit sudah seperti teman lama yang nggak pernah rewel diajak lembur nonton bola bareng. Teknologi boleh berganti, selera boleh berubah, tapi parabola tetap jadi pilihan banyak orang. Ingin hiburan luas tanpa batas seperti hidup, coba saja pasang parabola dan rasakan perbedaannya sendiri.